Tuesday, 28 October 2014

Hello world! Inilah BuahMerahWAMENA.com

Hello World! Salam jumpa buat kita semua di blog ini.

Blog ini sengaja kami hadirkan dengan tujuan mempromosikan informasi yang edukatif tentang identitas sesungguhnya dari Minyak Tawy (bukan minyak buah merah), tentang hubungannya dengan Masyarakat Adat Papua, hubungannya dengan sains, dan hubungannya dengan kesehatan kita semua dan apa yang dapat kami lakukan untuk memastikan diri kita mendapatkan manfaat kesehatan daripadanya.

Ada banyak manfaat dari Minyak Tawy, baik untuk dikonsumsi untuk bagian dalam tubuh ataupun dapat digosok di luar tubuh (sebagai suplemen bagi organ dalam ataupun obat luar).

Kami sebagai pemilik hak ulayat dan hak intelektual dari Tawy sebagai sebuh makanan tradisional mendorong diri sebagai pemegang otoritas adat untuk hadir di sini menyampaikan berbagai informasi, membenarkan informasi yang keliru atau menyimpang dari fakta dan realitas dan menjadi penyedia Minya Tawy bagi kesembuhan dan kesehatan kita semua seantero muka Bumi.

Sebagaimana “tongkat Kinky Stick” dari China disebut sebagai tongkat Kesembuhan yang China telah sumbangkan untuk kemanusiaan dan kesehatan umat manusia, kini Minyak Tawy hadir sebagai “jamu kesehatan” yang disumangkan Papua untuk kemanusiaan dan sekalian umat manusia yang butuh sembuh dari berbagai sakit-penyakit yang berat maupun ringan. Silahkan baca di situs ini ataupun yang lainnya tentang apa yang dapat dilakukan Minya Tawy untuk kesehatan kita sekalian.
Sebuah berkat Sang Pencipta yang tersembunyi begitu lama, tetapi kini terkuat rahasia bagi kita. Tinggal kita harus mensyukuri dan memanfaatkannya bagi kesehatan kita sekalian, bukan dengan cara menginjak-injak nilai-nilai budaya dan hubungan orang Papua dengan “buah merah”-nya, tetapi dengan menghargai dan melindungi itu dan selanjutnya menerima manfaat dari kearifan lokal ini.
Dalam tulisan pertama ini, kami patut mengucapkan “Terimakasih sedalam-dalamnya dan setinggi-tingginya setulus-tulusnya kepada Bapak I Made Budi atas terobosan ilmiah yang telah dilakukannya sehingga memperkenalkan secara luas di kalangan masyarakat modern tentang ‘khasiat buah merah’ atau manfaatnya buat kesehatan manusia.

Sebelum Pak I Made Budi kami kenal ada beberapa mahasiswa pendahulu yang telah melakukan penelitian dan menulis skripsi tentang “Buah Merah” tetapi hasil penelitian mereka tidak pernah langsung dikaitkan dengan kesehatan manusia seperti terobosan yang dilakukan Pak Made.

Menyusul terobosan Pak Made, maka sudah banyak ilmuwan meneliti berbagai aspek dari “Minyak Tawy” (atau dalam bahasa Lani disebut Tawy Wanggene) itu sendiri. Berbagai kesimpulan memberikan dukungan penuh kepada kesimpulan awal yang diambil oleh I Made Budi, bahwa manfaat untuk kesehatan manusia begitu banyak.

Kami undang kita sekalian terus mengikuti artikel-artikel berikut menelusuri “Tawy” dari sisi Adat atau Sosio-Budaya, dari sisi Ilmu Pengetahuan (Sains) dalam kaitannya dengan kesehatan manusia dan dari sisi Bisnis.

Friday, 18 July 2014

Budidaya Buah Merah dan Kopi Disosialisasikan di Deiyai

Diposkan oleh : Ones Madai on July 18, 2014 at 12:53:24 WP [Editor : ]

Deiyai, 18/7 (Jubi) – Kantor Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Deiyai mengadakan sosialisasi tentang pentingnya perlindungan dan konservasi kerusakan lingkungan hidup dengan wujudkan partisipasi pengendalian dampak perubahan iklim, lebih khususnya budidaya buah merah dan kopi.

Kepala Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Deiyai, Moses Pekei mengatakan, salah satu dalam sosialisi ini yang lebih diutamakan, yakni bagaimana masyarakat dapat budidaya bibit kopi dan buah merah yang ada di wilayah pemerintah Kabupaten Deiyai.
“Penanam bibit buah merah dan bibit kopi, agar masyarakat dapat kembangkan berdasarkan potensi unggul di kampung masing-masing,” ungkap Moses kepada tabloidjubi.com di Balai Sosial Katolik (Soskat), Waghete II, Distrik Tigi, Kabupaten Deiyai, Papua, Kamis (17/7).

Menurut Moses, berdasarkan hasil survei yang dilakukan tim dari Badan Lingkungan Hidup, telah mendata sedikitnya pengusaha buah merah 237 orang dan pengusaha kopi 178 orang. “Ini jumlah yang sangat luar biasa. Semoga tahun 2015 terjadi peningkatan dalam budidaya bibit kopi maupun buah merah,” ungkapnya.
Sebagai kampung percontohan budidaya buah merah dan kopi, Moses mengatakan, pihaknya mendata lebih fokus ke distrik yang aksesnya mudah dijangkau dari Kabupaten Deiyai, seperti Distrik Tigi, Distrik Tigi Timur dan Distrik Tigi Barat. “Kalau dua distrik lainnya seperti Distrik Bouwobado dan Distrik Kapiraya, membutuhkan transportasi udara. Jadi, membutuhkan jumlah dana yang besar,” katanya.

Dalam tahun anggaran 2015, kata Moses, dirinya berkomitmen akan mesurvey ke Distrik Bouwobado dan Distrik Kapiraya. “Tahun ini jumlah dananya sangat minim dan dari dinas terkait, kita utamakan distrik percontohan budidaya buah merah dan kopi. Pendataan ini akan dilakukan secara serentak di tahun 2015,” paparnya.

Tujuan dari pada sosialisasi budidaya buah merah dan kopi ini, kata Moses, untuk mendorong masyarakat meningkatkan ekonomi keluarga, dalam hal ini upaya untuk menghasilkan buah merah dan kopi. Sebab di daerah ini yang bisa mendatangkan uang yang jumlah besar, ialah sari buah merah dan kopi. “Sekaligus merealisasi peraturan pemerintah pusat tentang normalisasi kampung dimana disebut proklim,” katanya.

Salah satu warga yang hadir dalam sosialisi ini, Marinus Pakage menanyakan, sekalipun masyarakat menanam buah merah maupun kopi tetapi tentunya membutuhkan peralatan penyaring dan penggilingan kopi. “Bagaimana dinas terkait menyikapi hal ini?” kata bertanya.

Lalu pertanyaan ini dijawab Moses. Menurutnya, alat-alat yang membantu masyarkat untuk meningkatkan produksi warga jelas membutuhkan banyak peralatan. “Untuk pengadaan peralatan adalah tupoksinya instansi lain. Tapi, pihaknya akan koordinasi ke Bupati Deiyai dan dinas terkait agar merealisasi peralatan itu,” katanya..
Guna mendukung budidaya buah merah dan kopi, kata Moses, dirinya tetap memberikan sosialisasi, pendataan dan memberikan motivasi kepada seluruh pengusaha agar pemahaman lebih meningkat dalam budidaya buah merah dan kopi. “Saya yakin melalui motivasi dan pemahaman suatu saat masyakat Deiyai akan unggul dalam kedua bidang ini,” tandasnya. (Jubi/Ones Madai)

Ones Madai, JUBI

My Blog List